Beranda » Tentang Bung Karno » “Harus Inovatif!”, Wawancara dengan Drs. Ir. Poerwanto P., MA., (Founder & Chairman, Soekarno Study Center Jakarta)

“Harus Inovatif!”, Wawancara dengan Drs. Ir. Poerwanto P., MA., (Founder & Chairman, Soekarno Study Center Jakarta)

Wawancara dengan Drs. Ir. Poerwanto P., MA.

Wawancara dengan Drs. Ir. Poerwanto P., MA.

 

Poerwanto, selain sebagai salah seorang konseptor pendirian Perpustakaan Bung Karno, beliau adalah juga seorang Sarjana Nuklir pertama lulusan ITB Bandung yang sering berjumpa dengan Bung Karno pada masa mudanya, Poerwanto saat ini mendirikan dan menjadi pimpinan dari Pusat Studi Bung Karno, berikut petikan wawancara dengan Hendriyanto, SIP. untuk mengisahkan suka-duka pembangunan dan pengembangan Perpustakaan Proklamator Bung Karno ke depan.

 

Sebagai salah seorang konseptor pembangunan Perpustakaan Proklamator Bung Karno, dapatkah Anda ceritakan apa yang menjadi ide dasar pendirian perpustakaan ini?

Ide dasar itu bermula kira-kira 10 tahun yang lalu dengan perwakilan dari Pemkot Blitar. Saya katakan ketika itu, kita (Kota Blitar, Red) ini ada modal sebuah “makam emas yang masih tertutup debu”. Maksud saya, Kota Blitar ini punya Makam Bung Karno, setelah dibuat representatif, tetapi masih belum ada wadah sebagai museum yang dapat mengenalkan masyarakat terhadap figur Bung Karno, tidak hanya sosoknya; tetapi juga pemikirannya yang brilian. Coba saja Anda ke negara-negara lain. Ambil contoh Perancis dengan Napoleon Bonaparte-nya; dan Vietnam dengan Ho Chin Mi-nya. Berdasarkan itu, kita mengambil gagasan untuk mendirikan museum; perpustakaan; dan pusat studi, yang kemudian dijadikan dalam satu kompleks yang sekarang dikenal sebagai Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Semua itu diramu dalam satu ikon, yang diwakilkan melalui didirikannya Patung Bung Karno yang sedang membaca buku. Maksudnya adalah dari segala macam yang berhubungan dengan Bung Karno, jika ingin menyerap ilmu; gagasan; dan konsep yang dimilikinya, ya harus berkunjung ke perpustakaan ini. Karena, di dalamnya terdapat banyak hal atau koleksi yang memang berhubungan dengan proklamator ini.

 

Apakah ada hambatan di dalam proses pembangunannya?

Hambatan pasti ada. Dan ini yang menjadi seni di dalam proses pembangunan Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Dari kesulitan untuk mencari lokasi pendirian hingga alokasi dananya. Bahkan, hingga telah didapatkan lokasi yang tepat dan hibah lahan yang sedemikian besar, masih saja mengalami kendala. Bentuknya, adanya sejumlah orang yang tidak mau pindah dari rumah yang masuk ke dalam rencana pembangunan perpustakaan ini.

Tetapi, untunglah, dengan adanya pendekatan yang tepat, dan seiring dengan perjalanan waktu, kita dapat melihat Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang utuh sesuai dengan yang telah direncanakan, seperti saat ini. Semua itu tidak lepas dari usaha kita bersama yang memang memiliki kepedulian terhadap masalah ini.

Dan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang dulu pernah tinggal di tanah yang didirikan perpustakaan ini, mereka kita undang satu malam sebelum diresmikannya, untuk mengetahui sendiri seperti apa pengorbanan mereka demi terwujudnya sebuah cita-cita mulia ini; dan mencatatkan nama mereka dalam prasasti yang saat ini dipasang di salah satu sudut perpustakaan.

 

Bagaimana Anda memandang Perpustakaan Proklamator Bung Karno, apakah perpustakaan ini merupakan perpustakaan proklamator atau perpustakaan kepresidenan?

Satu yang pasti, perpustakaan ini adalah perpustakaan khusus. Tetapi, jika ditanyakan apakah perpustakaan ini perpustakaan proklamator atau perpustakaan kepresidenan, saya akan menjawab keduanya. Ini tidak lepas dari figur Bung Karno yang tidak hanya sebagai salah seorang Presiden Republik Indonesia, tetapi juga seorang proklamator.

Dan dikatakan khusus, karena di dalam perpustakaan ini benar-benar mengakomodasi segala sesuatu yang berkaitan dengan ide; gagasan; konsep; dan ilmu yang berkaitan dengan figur Bung Karno. Bukan hanya itu, melalui museumnya, di sini juga tersimpan sejumlah memorabilia Bung Karno itu sendiri.

 

Dapatkan Anda memberikan masukan tentang cara untuk melengkapi koleksi tentang Bung Karno, agar dapat tersimpan di dalam perpustakaan ini?

Pengelola Perpustakaan Proklamator Bung Karno ini harus kreatif dan inovatif. Juga harus membangun jejaring dengan banyak kalangan yang dipandang dapat membantu upaya melengkapi koleksi Bung Karno ini. Tidak hanya yang di dalam negeri, tetapi yang di luar negeri juga harus dilakukan. Contoh nyata adalah banyaknya foto Bung Karno dengan para pemimpin negara di dunia ini yang masih tersimpan di masing-masing negara. Jika memungkinkan, dengan jejaring yang ada, Perpustakaan Proklamator Bung Karno dapat memiliki sejumlah foto tersebut dengan cara merepro, misalnya. Karena itulah, memperluas jejaring dengan pelbagai kalangan menjadi sesuatu yang perlu untuk dilakukan di dalam upaya melengkapi koleksi Bung Karno, yang saat ini mungkin saja dapat dikatakan sudah langka dan sulit untuk didapatkan. Tetapi, jika dengan usaha yang keras dan jejaring yang tepat, hal itu tidak akan menjadi masalah.

 

Bagaimana dengan upaya pengembangan karakter, apa yang harus dilakukan pengelola Perpustakaan Bung Karno?

Ada kehausan dari para pemuda kita saat ini untuk mencari siapa pemimpin kita sebenarnya. Karena mereka lahir di era-era yang terpaut jauh dari Bung Karno, sehingga sejarah Indonesia ada yang kosong. Bahan bacaan pun tidak murah. Tragisnya, para pemuda tidak lagi memiliki minat baca, terutama berkaitan dengan sejarah. Padahal, dari sanalah mereka dapat mengenal sosok pemimpin yang sedang mereka cari itu, seperti Bung Karno. Di sinilah peran Perpustakaan Proklamator Bung Karno untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air. Tentu saja tidak dapat dilakukan secara sendirian, perlu adanya kerja sama dengan orang-orang yang melestarikan ajaran Bung Karno; praktisi pendidikan; lembaga-lembaga yang berkecimpung dengan sejarah; lembaga-lembaga pendidikan; dan para guru. Inilah salah satu upaya untuk melakukan pembangunan karakter dan jati diri, sesuai dengan amanat “founding fathers” kita.

 

Apakah masih ada cara lain?

Perpustakaan Proklamator Bung Karno memiliki koleksi yang banyak, termasuk mengenai tokoh-tokoh dunia. Kami sedang melakukan program visa studi. Tujuannya adalah mengenalkan Indonesia; mengenalkan tokoh-tokoh nasional; sekaligus mengenalkan Perpustakaan Proklamator Bung Karno sendiri. Sasarannya adalah para pelajar dan mahasiswa yang berasal dari luar negeri. Mereka akan kami ajak membaca dan belajar di Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Dan pengelola perpustakaan, haruslah dapat menjadi tuan rumah yang baik. Hal ini agar dapat memberikan kesan yang baik bagi mereka, untuk kemudian dapat singgah dan belajar kembali di perpustakaan ini pada masa-masa mendatang.

Pada sisi lain, pengelola Perpustakaan Proklamator Bung Karno harus kreatif dan inovatif. Buatlah banyak kegiatan yang disesuaikan dengan sasarannya yang berdasarkan pada pemanfaatan koleksi yang ada di dalam perpustakaan ini. Bahkan, jika perlu, agar Perpustakaan Proklamator Bung Karno benar-benar dapat dijadikan pusat studi, ya undanglah penyelenggaraan olimpiade sains yang bekerja sama dengan instansi yang terkait dengan menggunakan fasilitas milik Perpustakaan Proklamator Bung Karno ini.

 

Terakhir, apa yang akan Anda sampaikan berkaitan dengan pengembangan Perpustakaan Proklamator Bung Karno ini?

Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan pengelola Perpustakaan Proklamator Bung Karno di dalam pengembangan perpustakaan ini. Tetapi, syaratnya, ya itu tadi, harus kreatif; inovatif; dan memperluas jejaring. Juga harus banyak melakukan kegiatan yang dapat menyentuh masyarakat agar mau beraktivitas di dalam perpustakaan ini di dalam kerangka melestarikan ajaran Bung Karno; menanamkan semangat nasionalisme; dan pembangunan karakter serta jati diri bangsa.

Pada sisi lain, pengelola Perpustakaan Proklamator Bung Karno juga harus melengkapi koleksinya dengan tokoh-tokoh dunia, agar dapat menjadi bahan pelajaran bagi para pemustaka yang ada di sini. Dari sini, para pemustaka dapat menyerap ilmu; ide; gagasan; konsep; dan ajaran para tokoh dunia, termasuk Bung Karno, hingga sisi-sisi manusiawi dan kekontroversialan mereka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: