Beranda » Ilmu Perpustakaan » Pustakawan dalam Layanan Rujukan, Antara Ensiklopedi dan Kamus

Pustakawan dalam Layanan Rujukan, Antara Ensiklopedi dan Kamus

Pustakawan dalam Layanan Rujukan,

Antara Ensiklopedi dan Kamus

Hendriyanto, SIP.

Hendriyanto, SIP.

Hendriyanto, SIP

 Pustakawan Pertama

Perpustakaan Proklamator Bung Karno

 

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dewasa ini memiliki arti penting bagi lembaga yang bergerak di bidang informasi dan perpustakaan.  Perpustakaan merupakan salah satu lembaga informasi yang bertugas mengumpulkan, menyimpan, mengatur, dan menyebarkan informasi kepada masyarakat pemakainya (users).

Kalau dahulu perpustakaan identik dengan buku, sekarang sebagai wadah  informasi. Karena itu seorang pustakawan bergeser dari pelayan informasi menjadi  penyedia informasi (information provider).  Kesempatan ini sebenarnya peluang yang harus dijemput oleh pustakawan untuk lebih memaksimalkan dalam mencerdaskan masyarakat pemakai maupun mengambil hati kepada lembaga dalam mewujudkan layanan yang berbasis kepuasan pengguna.

Penyediaan informasi oleh pustakawan tersebut juga harus didukung bahan pustaka sebagai bahan rujukan/referensi untuk memberikan layanan informasi. Bahan rujukan tersebut di antaranya adalah kamus dan ensiklopedi yang keberadaannya di perpustakaan tidak boleh dipinjamkan untuk dibawa pulang. Sebab koleksi tersebut merupakan koleksi rujukan yang keberadaannya harus selalu ada di perpustakaan. Koleksi kamus dan ensiklopedi pada era teknologi informasi sekarang ini mempunyai tantangan yang cukup berat terutama dengan keberadaan internet. Karena kamus dan ensiklopedi online banyak dijumpai di internet yang bisa diakses secara mudah dan cepat oleh pemustaka.


Kamus

Menurut The Shorter Oxford English Dictionary, kamus adalah :

  1. Suatu buku yg memuat kosakata suatu bahasa, sedemikian rupa sehinga memberikan keterangan tentang ejaan, penyebutan, arti, penggunaan, sinonim, turunan, dan sejarah kata, atau paling tidak sebagian keterangan itu. Kosakata disusun dengan suatu cara yang sudah ditetapkan, bisanya menurut abjad.
  2. Suatu bentuk pengembangan dari kamus adalah bahan pustaka yang berisi informasi mengenai suatu subjek atau cabang ilmu pengetahuan tertentu, dimana istilah-istilah yang dijelaskan disusun menurut abjad. (kamus kedokteran, kamus statistik, dll)

 

Kamus = dictionary

Dari bahasa latin dictio = kata/frase

Pada zaman anglo-Saxon, -/+ abad ke-9 à pengumpulan kata-kata untuk membuat semacam kamus dalam bahasa inggris.

Kamus Pertama à A Table Alphabetical, kamus berbahasa inggris pertama diterbitkan Robert Cawdrey tahun 1604.

Tahun 1721 à Universal Etymological Dictionary karya Nathaniel Bailey

Tahun 1755 à Dictionary of the English Language karya Dr. Samuel Johnson

 

–          Fungsi Preskriptif Kamus à fungsi menetapkan arti standar dan penggunaan suatu kata shg orang kemudian menggunakan kata tsb sesuai dgn apa yg didefinisikan dlm kamus. (tujuan)

–          Fungsi Deskriptif Kamus à mengartikan suatu kata sesuai dgn pengertian  dan penggunaan yg berkembang  dan banyak diterapkan dlm masyarakat. (hasil)

 

Jenis Kamus

Ò  Kamus menurut isi

–          Kamus Umum à istilah umum sehari-hari

–          Kamus Khusus à kata2 umum dengan susunan ttt

–          Kamus Subjek à Subjek tertentu

 

Ò  Kamus dari jumlah bahasa

–          Kamus Ekabahasa

–          Kamus Dwibahasa

–          Kamus Anekabahasa

 

Ò  Kamus dari kelengkapannya

–          Kamus singkat

–          Kamus sedang

–          Kamus Lengkap

 

Penggunaan Kamus

  1. Sebagai Alat Rujukan Langsung (Cepat)
  2. Sebagai Standart Pembakuan Bahasa
  3. Sebagai Sarana Bantu untuk Pengkajian Bahasa

 

“Fenomena” Kamus vs pustakawan

–          Terbitnya Kamus Istilah Perpustakaan oleh Lasa Hs.

–          Koleksi kamus di sebagian besar perpustakaan hanya berisi kamus bahasa belum banyak mengoleksi kamus subjek.

–          Dalam era teknologi informasi sekarang banyak pemustaka yang lebih memilih mencari suatu istilah di internet daripada membuka kamus yang ada di perpustakaan.

Fenomana pertama menunjukkan bahwa kalangan pustakawan sudah mampu untuk membuat inovatif dalam rangka pengembangan profesi pustakawan itu sendiri. Karya nyata yang inovatif tersebut adalah sudah diterbitkannya kamus istilah ilmu perpuatakaan yang banyak menjadi acuan di dunia perpustakaan Indonesia. Akan tetapi belum banyak kalangan pustakawan yang mampu untuk menunjukkan karya nyata ini dan menerbitkan suatu karya tulis yang bisa mendukung pengembangan profesi. Keengganan pustakawan untuk ber-inovasi ini dapat diatasi dengan memberikan pembekalan maupun pendidikan tentang teknik penulisan.

Fenomena kedua bahwa koleksi kamus di sebagian besar perpustakaan hanya berisi kamus bahasa belum banyak mengoleksi kamus subjek, karena keterbatasan dana di rata-rata perpustakaan, terutama  perpustakaan sekolah. Hal ini dapat diatasi dengan memaksimalkan kajian pemakai agar bahan pustaka yang akan diadakan benar-benar dibutuhkan oleh pengguna sehingga pendanaan akan bisa diefisiensikan dan bisa dialokasikan guna pembelian bahan pustaka rujukan seperti kamus dan ensiklopedi yang tentunya pembeliannya juga didasarkan pada kebutuhan pengguna.

Fenomena ketiga menggambarkan bahwa pada era kemajuan teknologi pada dewasa ini, pemustaka banyak yang mencari dan menjadikan informasi yang ada di internet sebagai bahan rujukan yang utama dan cepat daripada pemustaka datang ke perpustakaan dan membuka kamus. Fenomena ini memang terjadi akan tetapi pemustaka yang ingin membuat karya ilmiah tetap menggunakan bahan rujukan fisik yang ada di perpustakaan. Menghadapi tantangan teknologi informasi ini perpustakaan harus menyediakan bahan rujukan (kamus dan ensiklopedi) yang lengkap dan update. Jika dilihat dari SDM pustakawannya pada bagian layanan referens ini juga harus pustakawan yang professional dan memiliki pengetahuan yang luas.

—————–

Ensiklopedi

Bahan Rujukan yg berisi informasi atau uraian ringkas namun mendasar tentang berbagai hal atau ilmu pegetahuan, yg biasanya disusun menurut abjad atau secara sistematis subjek tertentu.

Ensiklopedi berasal dari bahasa yunani yg berarti pendidikan dalam lingkungan seni budaya dan ilmu pengetahuan

 

Jenis Ensiklopedi

Ò  Ensiklopedi Umum Nasional

Ò  Ensiklopedi Khusus/Subjek

Ò  Ensiklopedi Internasional

 

Manfaat Ensiklopedi

  1. Sebagai sarana untuk mencari informasi dasar mengenai berbagai masalah;
  2. Sebagai sarana utama dalam langkah awal untuk melakukan suatu kajian mengenai suatu subjek;
  3. Sebagai sarana untuk memeriksa kebenaran suatu informasi;
  4. Sebagai jendela informasi dunia.

 

“Fenomena” ensiklopedi

–          Jarangnya kita temukan pustakawan membuat /menyusun ensiklopedi.

–          Mahalnya koleksi ensiklopedi, koleksi ensiklopedi biasanya tebal dan mahal oleh karena itu pembelian ensiklopedi harus berdasarkan kajian pemustaka agar ensiklopedi yang akan diadakan benar-benar sesuai.

–          Kesadaran Pembuat Keputusan dalam suatu lembaga akan arti penting bahan rujukan seperti ensiklopedi, banyak pimpinan lembaga/institusi tempat perpustakaan bernaung belum tahu akan arti penting koleksi-koleksi tersebut untuk kebutuhan pemustaka.

–          Kurangnya promosi penggunaan ensiklopedi, dalam hal ini metode display koleksi rujukan bisa dilakukan.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Indonesia. [Undang-Undang, Peraturan, dsb] Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan

Pranoto, Agus Sugio. 2005. Pameran Buku di Perpustakaan ITS. Surabaya: ITS

Sudarmini, Euis. Pemasaran Jasa Perpustakaan dan Informasi. Dalam Jurnal Perpustakaan Pertanian. X(1) 2002: 6-7

Sulistyo-Basuki, 1992. Teknik dan Jasa Dokumentasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: